![]() |
| bibit belut |
Belut bagi sebagian orang adalah binatang yang sangat menjiji/gelikan tapi jikalau anda tahu, bisnis belut sangat sangat punya” prospek cerah budidaya belut “sawah dan rawa. Yang ada di pasaran kebanyakan belut laut itu pun dari pantai luar.
Dan yang paling banyak di minati adalah belut rawa atau pun belut sawah, karena kandungan proteinnya sangat tinggi, persebaran belut yang terbesar di Indonesia adalah pulau sumatera, jawa, bali,Kalimantan, nusa tenggara barat, dan sebagian Sulawesi. Berbeda dengan sidat yang berkembang di laut dalam, belut bisa berkembang di sawah sawah atau pun rawa rawa dan di kali kali kecil berlumpur. Dilihat dari bentuknya bulat panjang seperti ular namun tidak bersirip, bersisik,, bergigidan berpatil. Satusatunya alat pertahanan diri belut adalah cairan lender yang membuat belut licin sehingga sulit di tangkap. Daging belut berwarna kemerahan karena banyak mengandung zat besi, lembut dan sangat gurih saat di konsumsi.
Jika di lihat dari kesehatan daging belut banyak mempunyai kelengkapan gizi yang lebih tinggi dari pada ikan salmon,namun kelemahannya belut mengandung kadar protein lebih lemah dari pada ikan salmon. Dan satu lagi kelebihan belut cairan minyak belut di gadang gadang bisa menguatkan jantung anda dan daging jika anda mengonsumsinya sewcara rutin 125 gram perhari dapat mencegah kanker payudara dengan catatan daging belut jangan di goreng.
Dalam pembudidayakan belut dapat hidup di iklim tropis dengan suhu 25-30 derajad celcius, idealnya belut di budidayakan di tempat dataran rendah. Bersifat alaminya belut berhabitat di tanah berlumpur, namun seiring berjalannya waktu dalam pembudidayakan belut , belut memerlukan lumpur hanya sebagai tempat berlindung dari predator. Oleh itu belut sering di sebut juga lindung oleh masyarakat karena gemar berlindung di bawah lumpur. Kini kareana analisis belut sudah bisa di budidayakan di area air bening, di mana jika di lihat dari keuntungan lebih bisa mendapatkan keuntungan. Karena pada saat tebar bibit bisa meningkat hingga sampai 25kg permeter persegi, dari pada dengan media lumpur yang hanya 1kg per meter persegi.
“Belut merupakan salah satu komoditi perikanan yang sejak beberapa tahun yang lalu mulai di gandrungi oleh kalangan menengah atas sebagai salah satu menu andalan. Tak hanya konsumen perorangan, kalangan swalayan pun ramai-ramai mencari belut sebagai salah satu varian yang iingin di perdagangkan karena tingginya permintaan konsumen. Jumlah peternak belut yang masih minim merupakan salah satu penyebab mengapa hewan bertubuh licin ini masih sangat jarang di jumpai di pasaran. Selain permintaan dalam negeri permintaan untuk pasar ekspor pun sangatt besar bisa mencapai 3 ton/hari.”
PEMASARAN
a.Pangsa pasar luas : segudang khasiat yang terkandung dalam kandungan daging belutternyata mampu mendatangkan keuntungan sendiri. Tingginya permintaan belut untuk kota kota besar sangat menguntungkan ,dan tak semua kota besar bisa di penuhi kebutuhan akan daging belut untuk saat ini, Surabaya, Jakarta dan lain lain masih sangat kekurangan akan pasokan belut sawah ini, dari kesemua kota besar ini baru terpasok sekita 75% saja itu baru permintaan dari dalam negeri . Untuk eksport permintaan akan belut ini sangat luar biasa ,untuk jepang saja bisa mencapai 2 ton dalam satu bulan, kata seorang nara sumber, pengusaha budi daya belut.
![]() |
| bibit belut sawah |
Angka yang sangat fantastis, tapi saying itu permintaan jauh dari anggka dari hasil panen perbulan seorang nara sumber, yang sanggup memenuhi hanya sekitar 700-1ton ekspor/bulan. Belum lagi permintaan dari dalam negeri seperti memenuhi permintaan pasar swalayan yang dalam per hari minta di sediyakan 100 kg belut konsumsi. Jika anda melihat dari sini pengusaha budidaya belut ini sangat begitu menggiurkan dari pangsa p-asar dan keuntungan yang bisa berlipat ganda.Prospek jangka panjang dalam berwirausaha pembudidayuakan belut sangat pas dan cocok untuk para pelaku usaha yang berminat.
b. Harga tinggi : Pasar belut yang semakin terbuka dan harga belut yang tinggi jika di bandingkan dengan komoditas ikan air tawar lainnya di pasar tradisional dan international menjadikan belut salah satu produk agribisnis yang masuk dalam golongan eksklusif. Dari petani harga belut bisa di jual rp 55-60 ribu/kg. Harga akan meroket lebih tinggi juika sudah masuk pasar swalayan bisa mencapai 70-80 ribu/kg.bahkan memasuki musim kemarau di mana ketersediaan belut hasil tangkapan alam menurun harga di pasar bisa menyentuh 100 ribu/kg .Namun harga belut bisa lebih murah di bandingkan sidat, oleh karena belut di jadikan panganan penganti sidat.
Dalam pengolahan belut biasanya diolah menjadi daging fillet beku(frozen) yaitu di pisahkan tulang ,ekor dan kepalanya, kemudian di bekukan dan kemudian di simpan di cool storage di suhu min 40 derajad celcius dengan ukuran berat min 200 gram per ekor.Buyer biasanya dating dari jepanguntuk belut dalam keadaan frozen. Sedangkan untuk dalam negeri biasanya belut di sajikan dalam keadaan di masak menjadi beberapa menu seperti tong seng, gulai, keripik,dan abon.
c. Budi daya : Budidaya belut utamanya sangat tergantung dengan cuaca, jika masuk musim kemarau produksi belut bisa menurun akibat terik panasnya matahari yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan biakan belut dan belut bisa melimpah jika musim penghujan bisa. Supaya produksi belut tetap stabil bisa di siasati dengan tebar bibit yang memperhitungkan waktu panen,sebaiknya tebar bibit saat ingin memasuki penghujan agar pertumbuhan belut maksimal karena terjadi di musim hujan. Ada dua macam dalam membudidayakan belut, yaitu teknik lumpur dan teknik air bening.
Untuk memulai skala besar yang dapat menghasilkan 2 ton di butuh kan lahan seluas 3 hektar, di tambah dengan pembangunan kolam pembesaran, drainase, ketersediaan air dan pembelian pakan. Sampai saat ini petani belut masih sangat tergantung dengan kelompok-kelompok tani atau kelompok belajar usaha yang skalanya belum begitu besar, namun cukup membantu dalam menyuplai stok belut nasional. Pembudidayaan belut tersebar di jawa barat seperti bogor, cianjur, karawang, dan di daerah priayangan timur.
d. Untung besar : melihat potensi pasar belut yang luar biasa besar dan pangsa pasarnya terbuka lebar membuat setiap pengusaha belut mamu menangguk keuntungan besar tentunya dengan pembudidayaan yang baik. Bagi anda pemula sebaiknya hanya dengan bibit sebanyak 10kg terlebih dahuluuntuk meminimalisir kerugian jika terjadi kematian, setelah berhasil volume belut baru bisa di tambah.
Hal lain yang menentukan keberhasilan budidaya adalah ketersediaan pakan belut berupa cacing tanah, pakan bisa di dapat dari membeli atau di ternakan. Pakan alternative bisa berupa keong atau berupa ikan ikan lainnya. Tak heran apa bila peternak belut seperti di kejar kejar konsumen. Seperti salah satu petani belut ini yang perbulannya bisa meraup untung sebesar 85% dari usaha budi daya belutnya.


Tidak ada komentar :
Posting Komentar